Selasa, 08 Mei 2018

DRAMA


Drama adalah merupakan genre (jenis) karya sastra yang menggambarkan kehidupan manusia dengan gerak. Drama menggambarkan realita kehidupan, watak, serta tingkah laku manusia melalui peran dan dialog yang dipentaskan. Watak dan dialog para tokoh yang dipentaskan merupakan salah satu kekuatan dari drama. Akan tetapi, bukan hanya itu kekuatan dari drama, melainkan juga terletak pada  alur cerita drama itu sendiri. Alur cerita yang akrab dengan masyarakat akan  membuat penonton atau penikmat drama mudah memahami cerita yang disampaikan dalam drama tersebut. 


Unsur-Unsur Drama


1.    Penokohan merupakan penciptaan citra tokoh dalam drama
2.    Tokoh merupakan pelakon dalam drama yang membawakan karakter tertentu.
Tokoh-tokoh dalam drama diklasifikasikan sebagai berikut:
a.  Tokoh gagal atau tokoh badut (the foil)
Tokoh ini mempunyai pendirian yang bertentangan dengan tokoh lain. Berfungsi untuk menegaskan tokoh lain.
              b.  Tokoh idaman (the type character)
Tokoh ini berperan sebagai pahlawan dengan karakternya yang gagah, berkeadilan, dan terpuji.
               c.  Tokoh statis (the static character)
Tokoh ini mempunyai peran yang tetap sama tanpa perubahan mulai dari awal hingga akhir cerita.
           d.  Tokoh yang berkembang.Tokoh yang sebelumnya setia berubah menjadi berkhianat.
                Dapat juga dikatakan tokoh yang sebelumnya miskin berubah menjadi kaya.

3.    Tema adalah gagasan yang menjalin struktur isi drama.
4.    Alur
Pengertian Alur menurut para tokoh:
a.    Menurut Wahyudi Siswanto. 2008.  alur adalah rangkaian cerita yang dibentuk oleh tahapan-tahapan peristiwa sehingga menjalin sebuah cerita yang dihadirkan oleh para pelaku dalam suatu cerita.
b.    Aminuddin (2004: 83) Alur / plot adalah kesinambungan dari sebuah jalan cerita. Urutan cerita dapat tersusun secara sistematis atas urutan waktu, peristiwa / kejadian dari sebab dan akibat.
c.    Hariyanto(2000:39 Alur)  merupakan jalan cerita atau urut-urutan peristiwa dalam drama dari awal sampai akhir.

    Dengan demikian, rangkaian cerita yang disusun secara sistematis dari awal sampai akhir dan terjalin sebuah cerita yang menampilkan para pelakonnya disebut dengan alur. Alur dapat dikatakan juga merupakan pergerakan cerita dari awal, tengah, akhir. Ketiga bagian itu diapit oleh dua bagian penting lainnya, yakni prolog dan epilog.

1)    Prolog adalah kata pembuka, pengatar, ataupun latar belakang cerita yang biasanya disampaikan oleh dalang atau tokoh tertentu.
2)    Epilog adalah kata-kata penutup yang berisi simpulan ataupun amanat tentang isi keseluruhan dialog. Bagian ini pun biasanya disampaikan oleh dalang atau tokoh tertentu.
     
     Selain kedua hal di atas, dalam drama terdapat dialog. Dialog dalam drama meliputi bagian orientasi, komplikasi, dan resolusi. Bagian-bagian itu terbagi dalam babak-babak dan adegan-adegan. Satu babak biasanya mewakili satu peristiwa besar dalam dialog yang ditandai oleh suatu perubahan atau perkembangan peristiwa yang dialami tokoh utamanya. Adapun adegan hanya melingkup satu pilihan-pilihan antara  beberapa tokoh.
5. Dialog adalah percakapan dalam drama. Dialog tersebut haruslah memenuhi dua tuntutan, yaitu:
a.  dialog harus menunjang gerak laku tokohnya
b. dialog yang diucapkan di atas pentas lebih tajam dan tertib daripada ujaran sehari-hari.
6. Diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu dan sesuai yang diharapkan.
7.  Latar adalah keterangan mengenai tempat, waktu, dan suasana di dalam naskah drama, sedangkan di atas pentas, latar merupakan dekor pemandangan, seperti pengaturan tempat kejadian, perlengkapan dan pencahayaan.




1)    Orientasi, yaitu memperkenalkan para tokoh, menyatakan situasi, mengajukan konflik yang akan dikembangkan dan membayangkan resolusi yang akan dibuat dalam cerita itu.
2)    Komplikasi, yaitu mengembangkan konflik.
3) Resolusi atau denouement hendaknya muncul secara logis dari apa yang telah mendahuluinya di dalam komplikasi.
    Titik batas antara yang memisahkan komplikasi dan resolusi biasanya disebut klimaks (turning point). Pada klimaks itulah terjadi perubahan penting mengenai nasib sang tokoh. Kepuasan para penonton terhadap suatu cerita bergantung pada sesuai-tidaknya perubahan yang mereka harapkan.

Tiga elemen penting dalam drama, yaitu:
1)    Tokoh protagonis dan antagonis
2)    Wawancang, yaitu dialog atau percakapan yang diucapkan oleh para tokoh.
3)    Kramagung, petunjuk atau perilaku, tindakan, atau perbuatan yang harus dilakukan oleh tokoh.  Dalam naskah biasanya dituliskan  dalam tanda kurung dan dicetak miring.

Tahap-Tahap Alur Cerita Drama
a.   Tahap Eksposisi / Perkenalan
Dalam tahap ini, pengarang memperkenalkan para tokoh dan memberikan gambaran   peristiwa  yang  akan  terjadi.    Eksposisi    sering    disebut sebagai paparan.Eksposisi adalah bagian karya sastra drama yang berisi keterangan mengenai tokoh serta latar.Biasanya eksposisi terletak pada bagian awal.
b.   Tahap Konflik Awal
Pada tahap ini, tokoh mulai terlibat persoalan dengan tokoh lain, baik secara individu maupun kelompok, Biasanya konflik ini merupakan titik tolak untuk membangun konflik lain yang lebik panas.
c.   Tahap Komplikasi
Pada tahap ini tokoh terlibat persoalan yang lebih serius, baik dengan tokoh yang telah berkonflik sebelumnya, atau dengan orang lain, sehingga konflik smakin menajam. Masing-masing tokoh makin memperlihatkan keinginan atau tujuan yang hendak dicapai.
d.   Tahap Klimaks
konflik menajam bergerak ke arah puncak. Masing-masing tokoh memberikan pilihan atau tawaran jalan keluar.Tokoh jahat dan tokoh baik sama-sama berusaha menanggapi keinginannya. Untuk itu, masing-masing tokoh dapat memanfaatkan tokoh lain memihak padanya. Tokoh baik lebih menyukai jalan keluar yang memenangkan tujuannya. Sebaiknya tokoh jahat akan memilih penyelesaian yang sesuai keinginanan dirinya sendiri.
e.   Tahap Anti Klimaks / Penurunan laku
Pada tahap ini konflik mulai mereda. Masing-masing tokoh menempuh penyelesaian yang diputuskan masing-masing dengan atau tanpa kesepakatan.
f.     Tahap Penyelesaian / Ending 
Jika penulis naskah menghendaki tema untuk mengedepankan kebaikan,  lazimnya tokoh antagonis akan mengalami kekalahan. Akan tetapi, jika pengarang ingin menunjukkan bahwa sebuah kebaikan itu mudah diraih, maka biasanya tokoh baik diletakkan pada posisi menang.

 


3 komentar:

  1. terimakasih, ini sangat membantu saya dalam mempelajari drama :)

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. terima kasih sudah berkenan membaca, semoga bermanfaat.

      Hapus

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html